Latar Belakang Proposal Penelitian CAMS

KOMUNITAS ANAK MOTOR SIDOMULYO

Oleh Tri Mahendra

Latar Belakang

Desa Sidomulyo merupakan sebuah desa yang terdapat wilayah paling timur Kabupaten Jember yang tepatnya di Kecamatan Silo. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani kopi. Walau Desa Sidomulyo terletak di dalam area pegunungan yang jauh dari keramaian, namun desa ini ternyata terdapat beberapa komunitas yang aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakat, diantaranya adalah kelompok Pemuda Tani (PETA), komunitas Ibu-Ibu PKK, komunitas pengajian arisan, remaja masjid, dan juga KAMS. Keberadaan komunitas-komunitas inilah yang mungkin menjadi penguat kelembagaan Desa Sidomulyo. Diantara komunitas-komunitas yang ada di desa tersebut. Ada sebuah komunitas yang mungkin terlihat mencolok dibandingkan dengan komunitas yang pada umumnya ada di desa. Komunitas tersebut adalah komunitas anak motor yang biasanya warga setempat menyebut mereka sebagai geng motor. Karena Komunitas Anak Motor Sidomulyo ini berbeda dengan komunitas pada umumnya yang ada di desa. Tentu dibutuhkan model adaptasi yang kreatif agar mereka dapat eksis serta diterima di dalam masyarakat.

Komunitas Anak Motor Sidomulyo atau yang lebih dikenal dengan sebutan KAMS adalah sebuah komunitas motor yang dibentuk oleh para pemuda tani kopi yang ada di Desa Sidomulyo. Berawal dari sebuah acara kumpul-kumpul yang sering dilakukan oleh para pemuda tani kopi tersebut, kemudian mereka memiliki ide untuk membuat sebuah komunitas pemuda yang berbasis pada motor yang bergerak di bidang sosial. KAMS yang didirikan pada bulan Juni 2013 oleh para pemuda tani kopi di Desa Sidomulyo tersebut ternyata mendapatkan banyak sorotan, baik dari warga desa setempat maupun para aparatur desa. Pada dasarnya KAMS dibentuk berdasarkan atas sebuah rasa kebersamaan pemuda tani kopi yang ada di Desa Sidomulyo. Memang pada awalnya pemuda yang ada di Desa Sidomulyo terkenal sebagai pemuda yang suka mabuk minum-minuman keras. Karena kondisi tersebutlah akhirnya stigma negatif tersirat pada pemuda Desa Sidomulyo. Meski pemuda yang saat ini tergabung dalam KAMS adalah pemuda yang telah berhenti minum-minuman keras. Namun stigma masih terasa menempel pada pemuda di desa Sidomulyo ini. Untuk itu diperlukan model adaptasi sebuah komunitas yang baik agar dalam menjalankan kegiatan KAMS mereka dapat terus berjalan. Stigama negatif atas pemuda Desa Sidomulyo ternyata telah meluas hingga ke desa lain seperti Desa Garahan yang lokasinya berada dibarat Desa Sidomulyo. Menghadapi kondisi demikian tersebut tak lantas membuat pemuda yang ada di Desa Sidomulyo menjadi pesimis ketika mereka berbaur dalam masyarakat luas. KAMS saat ini menjadi basis bagi pemuda Desa Sidomulyo untuk belajar dan mengubah pandangan masyarakat atas stigma negatif bahwa pemuda di Desa Sidomulyo adalah pemuda yang suka minum-minuman keras. Terbukti dengan dibentuknya KAMS ternyata mereka melakukan sebuah tindakan yang berlawanan dengan asumsi masyarakat. Dimana pada awalnya masyarakat melihat pemuda Desa Sidomulyo terkenal dengan pemabuk minuman keras, kini masyarakat Desa Sidomulyo disuguhkan dengan adanya KAMS yang bergerak untuk menangani masalah mabuk-mabukan minuman keras. Setelah berita terbentuknya KAMS di Desa Sidomulyo terdengar aparatur desa. Ternyata mereka mendapatkan apresiasi yang besar dari Bapak Kepala Desa. Tidak hanya apresiasi, namun mereka secara khusus juga mendapatkan binaan dari desa. Mereka dimintai kerja sama oleh Bapak Kepala Desa untuk ikut serta dalam kegiatan pengamanan desa dari berbagai masalah sosial.

Setelah KAMS terbentuk, ternyata bukan KAMS yang menjadi sebutan Komunitas Anak Motor Sidomulyo oleh masyarakat. Masyarakat menyebut KAMS sebagai geng motor. Walau istilah geng motor lebih pada makna yang negatif. Namun KAMS tetap merasa senang dan terus berkarya untuk membangun pemuda desa yang lebih baik lagi. Walau mereka disebut geng motor, namun anggota mereka juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan atau keagaman yang ada di Desa Sidomulyo. Inilah yang menjadi basis kepercayaan masyarakat pada para pemuda yang ada di desa mereka. Geng motor yang ada di Desa Sidomulyo ini adalah geng motor yang baik yang aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.

Latar belakang dari pemuda yang tergabung dalam KAMS sebenarnya bukanlah orang-orang yang memiliki pengalaman organisasi yang cukup banyak, dan juga bukan dari mereka yang memiliki modal besar serta pendidikan yang tinggi. Namun mayoritas dari mereka adalah para pemuda tani kopi yang setiap harinya disiang hari selalu berada di kebun kopi. Dan hanya pada waktu malam hari saja mereka dapat melakukan kegiatan berkumpul dengan para anggotanya. Tentu model adaptasi serta model mereka berorganisasi berbeda dengan komunitas motor lainnya yang telah memiliki banyak pengalaman. Sebagai petani kopi, tentu membentuk sebuah komunitas motor ini adalah tindakan yang menarik untuk dikaji. Karena pada umumnya mereka yang bertani kopi akan bergabung dalam komunitas petani kopi.

Sebagai pemuda tani kopi yang selalu sibuk merawat tanaman kopi pada siang hari. Tentu malam hari adalah saat yang tepat untuk mereka berkumpul dengan anggota mereka sekaligus sebagai pelepas penat setelah seharian berada di kebun. Acara cangkruan tentu menjadi acara mereka dimalam hari untuk sekedar berdiskusi sembari merencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan di KAMS. Pada dasarnya komunitas motor yang ada di KAMS tidak berbeda dengan beberapa komunitas motor lain yang ada. Mereka memiliki kegiatan touring, kumpul-kumpul untuk berdiskusi soal motor maupun kegiatan aksi sosial seperti bakti sosial. Namun ada juga yang berbeda pada komunitas motor ini adalah motor yang mereka pakai. Karena hingga saat ini di KAMS tidak ada jenis motor yang sama yang menjadi basis sebuah komunitas motor. Seperti di daerah Kalibaru, disana terdapat komunitas motor FIZ R, komunitas motor Satria FU, atau juga di wilayah Sempolan disana ada sebuah komunitas motor RX King. Memang pada dasarnya kebanyakan komunitas motor memiliki identitas yang sama pada jenis atau merek motor yang mereka pakai. Sehingga mereka terlihat jelas apakah jenis dan merek motor yang menjadi basis dari komunitas motor. Namun di KAMS sendiri masih memakai jenis ataupun merek motor yang berbeda. Ada yang memakai motor Honda Blade, Tiger, Mega Pro, ada juga yang memakai motor Yamaha Vixion. Dengan motor yang berbeda ini, ternyata mereka mengalami kesulitan saat akan mengurus surat resmi tentang dibentuknya KAMS di Desa Sidomulyo ini. Karena di Polres Jember ada sebuah aturan bila komunitas motor harusnya memiliki kendaraan yang sama. Kondisi ini tak lantas membuat para anggota KAMS ini menjadi tidak semangat. Walau kadangkala mereka juga pesimis melihat komunitas motor yang didalamnya terdapat orang-orang kelas atas. Misalnya saja komunitas Ninja, Komunitas Moge, dan lain sebagainya. Namun dengan tetap semangat mereka terus setia pada KAMS yang telah mereka bentuk.

Pemuda tani kopi yang tergabung dalam KAMS berasal dari para pemuda yang bisa dikatakan masih minim pengalaman organisasi. Namun di KAMS mereka telah berhasil membuat struktur organisasi. Di KAMS sendiri terdapat Ketua, Sekretaris, bendahara serta Rider Elit. Rider elit disini fungsinya sebagai delegasi touring jarak jauh yang diutus oleh ketua KAMS. Jumlah KAMS saat ini ada 29 orang. Dan mereka mayoritas berasal dari para pamuda tani kopi. Walau ada juga dari mereka yang tidak bertani kopi. Namun jumlahnya hanya satu atau dua orang saja.

Berbeda dengan organisasi pada umumnya, dalam organisasi KAMS ini posisi ketua hanya sebagai seorang tokoh yang sangat dihormati oleh anggotanya. Sedangkan intelektualnya adalah anggota yang berasal dari divisi lapang yang selalu banyak ide untuk melakukan kegiatan. Misalnya untuk kegiatan touring, maupun pertemuan dengan komunitas motor lain untuk sekedar bertukar stiker maupun menambah jaringan sosial. Untuk mengadakan sebuah pertemuan atau dalam bahasa mereka disebut kumpulan, ada dua jenis pertemuan yang mereka lakukan dalam tiap minggu. Ada yang sifatnya formal dan ada yang sifatnya nonformal. Kegiatan formal yang mereka lakukan misalnya dengan melakukan kegiatan arisan tiap malam minggu antar rumah-kerumah anggota. Sebagian dari arisan tersebut kemudian dijadikan sebagai uang kas untuk pelaksaan kegiatan KAMS. Untuk kegiatan yang nonformal biasanya mereka mengadakan pertemuan di “Gapura Selamat Datang di Kabupaten Jember” yang terdapat di wilayah pegunungan gumitir. Setelah mereka melakukan pertemuan biasanya mereka melakukan touring ke wilayah Banyuwangi atau ke wilayah alun-alun Kabupaten Jember. Inilah yang menjadi aktivitas mereka dalam tiap minggunya.

Sebagai komunitas motor yang baru berdiri, memang belum banyak pengalaman kegiatan yang telah mereka lakukan. Mereka harus memiliki kreatifitas untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka agar diterima dengan baik oleh masyarakat sekitanrnya. Sebagai wujud keseriusan mereka dalam membangun sebuah komunitas, mereka telah berhasil mengadakan kegiatan mingguan secara rutin serta berbagai kegiatan touring.Yang menarik dalam kegiatan touring KAMS ini adalah dibaginya KAMS menjadi dua macam kegiatan touring. Kegiatan touring pada umumnya dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh anggotanya. Namun di KAMS ada semacam kegiatan touring yang hanya diikuti oleh 5 orang saja yang berasal dari delegasi anggota KAMS. Mereka berlima ini disebut rider elite oleh KAMS. Mereka yang berjumlah 5 orang ini akan mendapatkan perintah dari ketua untuk melakukan touring ke suatu tempat.

Dalam touring rider elit, mereka berusaha untuk memperluas jaringan dengan tukar-menukar stiker identitas antar komunitas motor satu dengan komunitas motor yang lain. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk membesarkan nama KAMS agar dikenal oleh komunitas-komunitas motor lain. Selain kegiatan touring, di KAMS ini  juga selalu melakukan kegiatan rekruitmen anggota KAMS. Yang menarik dari KAMS ini adalah setiap orang yang mau masuk menjadi anggota KAMS adalah dia harus bukan peminum menuman keras. Gunanya adalah tentu sebagai aksi mereka untuk mengubah pandangan masyarakat atas stigma bahwa mereka sebagai pemabuk minum-minuman keras. Jika ada orang yang mau bergabung dengan KAMS ternyata memang peminum minuman keras, maka mereka harus mau berhenti menjadi peminum minuman keras.Serta jika dia sudah anggota KAMS, maka keluarganya atas sahabatnya juga harus dipastikan bebas dari minuman keras. Dalam komunitas ini anggota baru harus siap untuk melakukan kegiatan pemberantasan peminum-minuman keras serta masalah sosial yang lainnya.

Dari latar belakang yang ada diatas, peneliti ingin mengetahui lebih mendalam mengenai model adaptasi komunitas yang dikembangkan oleh pemuda Desa Sidomulyo dalam wadah komunitas yang bernama Komunitas Anak Motor Sidomulyo atau KAMS.

Categories: Sosiologi, Sosiologi Organisasi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: