RISET ORGANISASI KOMUNITAS MOTOR DI DESA SIDOMULYO

RISET ORGANISASI KOMUNITAS MOTOR DI DESA SIDOMULYO

KOMUNITAS ANAK MOTOR SIDOMULYO

Oleh Tri Mahendra[1]

 WP_20130922_095 cams

   

Foto: Wawancara dengan Mas Riko (kiri), ditemui peneliti di tempat kerjanya dan logo CAMS (kanan)

Sumber:

Foto diambil peneliti saat riset, sedangkan logo CAMS diambil dari grup FB CAMS:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=455856124504028&set=gm.327307260732589&type=1&theater

 

Latar Belakang

Komunitas Anak Motor Sidomulyo atau yang lebih dikenal dengan sebutan CAMS adalah sebuah organisasi komunitas motor yang dibentuk oleh para pemuda tani kopi yang ada di Desa Sidomulyo. Berawal dari sebuah acara kumpul-kumpul yang sering dilakukan oleh para pemuda tani kopi tersebut, kemudian mereka memiliki ide untuk membuat sebuah komunitas pemuda yang berbasis pada motor yang bergerak di bidang sosial. CAMS yang didirikan pada bulan Mei 2013 oleh para pemuda tani kopi di Desa Sidomulyo tersebut ternyata mendapatkan banyak sorotan, baik dari warga desa setempat maupun para aparatur desa.  

Pada dasarnya CAMS dibentuk berdasarkan atas sebuah rasa kebersamaan pemuda tani kopi yang ada di Desa Sidomulyo. Memang pada awalnya pemuda yang ada di Desa Sidomulyo terkenal sebagai pemuda yang suka mabuk minum-minuman keras. Karena kondisi tersebutlah akhirnya stigma negatif tersirat pada pemuda Desa Sidomulyo. Meski pemuda yang saat ini tergabung dalam CAMS adalah pemuda yang telah berhenti minum-minuman keras. Namun stigma masih terasa menempel pada pemuda di desa Sidomulyo ini.         

Menghadapi kondisi demikian tersebut tak lantas membuat pemuda yang ada di Desa Sidomulyo menjadi pesimis ketika mereka berbaur dalam masyarakat luas. CAMS saat ini menjadi basis bagi pemuda Desa Sidomulyo untuk belajar dan mengubah pandangan masyarakat atas stigma negatif bahwa pemuda di Desa Sidomulyo adalah pemuda yang suka minum-minuman keras. Terbukti dengan dibentuknya CAMS ternyata mereka melakukan sebuah tindakan yang berlawanan dengan asumsi masyarakat. Dimana pada awalnya masyarakat melihat pemuda Desa Sidomulyo terkenal dengan pemabuk minuman keras, kini masyarakat Desa Sidomulyo disuguhkan dengan adanya CAMS yang bergerak untuk menangani masalah mabuk-mabukan minuman keras.

Rumusan Masalah

            Akibat adanya stigma negatif pada pemuda tani kopi Desa Sidomulyo oleh  masyarakat ini ternyata mendapatkan respon dari para pemuda dengan membentuk sebuah organisasi yang berupa komunitas motor sebagai wadah bagi mereka untuk mengekspresikan diri. Permasalahan yang akan diteliti disini adalah:

  1. Mengapa pemuda tani desa Sidomulyo membentuk CAMS?
  2. Bagaimana CAMS dapat eksis ditengah stigma negatif masyarakat?
  3. Bagaimana respon masyarakat terhadap terbentuknya CAMS?

Pembahasan

            Riset ini dilakukan secara langsung dua kali, yaitu  pada hari Jumat tanggal 13 September 2013 pukul 19.30 – 21.30 WIB dan hari Minggu tanggal 22 September 2013 pukul 16.00-19.00 WIB di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara pada ketua CAMS dirumahnya yang terletak di Dusun Krajan. Wawancara juga dilakukan pada salah satu anggota CAMS yang berasal dari divisi lapangan. Dalam penelitian ini peneliti mecoba menggali data tentang sejarah didirikannya CAMS serta apa yang menjadi tujuan mereka kedepannya. Yang menjadi kesulitan dalam penelitian ini adalah waktu penelitian. Karena narasumber hanya akan ada bila malam hari. Karena di siang hari mereka harus pergi ke kebun untuk merawat tanaman kopi.

Sebagai pemuda tani kopi yang selalu sibuk merawat tanaman kopi pada siang hari. Tentu malam hari adalah saat yang tepat untuk mereka berkumpul dengan anggota mereka sekaligus sebagai pelepas penat setelah seharian berada di kebun. Acara cangkruan tentu menjadi acara mereka dimalam hari untuk sekedar berdiskusi sembari merencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan di CAMS. Pada dasarnya komunitas motor yang ada di CAMS tidak berbeda dengan beberapa komunitas motor lain yang ada. Mereka memiliki kegiatan touring, kumpul-kumpul untuk berdiskusi soal motor maupun kegiatan aksi sosial seperti bakti sosial. Namun ada juga yang berbeda pada komunitas motor ini adalah motor yang mereka pakai. Karena hingga saat ini di CAMS tidak ada jenis motor yang sama yang menjadi basis sebuah komunitas motor. Seperti di daerah Kalibaru, disana terdapat komunitas motor FIZ R, komunitas motor Satria FU, atau juga di wilayah Sempolan disana ada sebuah komunitas motor RX King. Memang pada dasarnya kebanyakan komunitas motor memiliki identitas yang sama pada jenis atau merek motor yang mereka pakai. Sehingga mereka terlihat jelas apakah jenis dan merek motor yang menjadi basis dari komunitas motor. Namun di CAMS sendiri masih memakai jenis ataupun merek motor yang berbeda. Ada yang memakai motor Honda Blade, Tiger, Mega Pro, ada juga yang memakai motor Yamaha Vixion. Dengan motor yang berbeda ini, ternyata mereka mengalami kesulitan saat akan mengurus surat resmi tentang dibentuknya CAMS di Desa Sidomulyo ini. Karena di Polres Jember ada sebuah aturan bila komunitas motor harusnya memiliki kendaraan yang sama. Kondisi ini tak lantas membuat para anggota CAMS ini menjadi tidak semangat. Walau kadangkala mereka juga pesimis melihat komunitas motor yang didalamnya terdapat orang-orang kelas atas. Misalnya saja komunitas Ninja, Komunitas Moge, dan lain sebagainya. Namun dengan tetap semangat mereka terus setia pada CAMS yang telah mereka bentuk.

Pemuda tani kopi yang tergabung dalam CAMS berasal dari para pemuda yang bisa dikatakan masih minim pengalaman organisasi. Namun di CAMS mereka telah berhasil membuat struktur organisasi. Di CAMS sendiri terdapat Ketua, Sekretaris, bendahara serta Rider Elit. Rider elit disini fungsinya sebagai delegasi touring jarak jauh yang diutus oleh ketua CAMS. Jumlah CAMS saat ini ada 29 orang. Dan mereka mayoritas berasal dari para pamuda tani kopi. Walau ada juga dari mereka yang tidak bertani kopi. Namun jumlahnya hanya satu atau dua orang saja.

Berbeda dengan organisasi pada umumnya, dalam organisasi CAMS ini posisi ketua hanya sebagai seorang tokoh yang sangat dihormati oleh anggotanya. Sedangkan intelektualnya adalah anggota yang berasal dari divisi lapang yang selalu banyak ide untuk melakukan kegiatan. Misalnya untuk kegiatan touring, maupun pertemuan dengan komunitas motor lain untuk sekedar bertukar stiker maupun menambah jaringan sosial. Untuk mengadakan sebuah pertemuan atau dalam bahasa mereka disebut kumpulan, ada dua jenis pertemuan yang mereka lakukan dalam tiap minggu. Ada yang sifatnya formal dan ada yang sifatnya nonformal. Kegiatan formal yang mereka lakukan misalnya dengan melakukan kegiatan arisan tiap malam minggu antar rumah-kerumah anggota. Sebagian dari arisan tersebut kemudian dijadikan sebagai uang kas untuk pelaksaan kegiatan CAMS. Untuk kegiatan yang nonformal biasanya mereka mengadakan pertemuan di “Gapura Selamat Datang di Kabupaten Jember” yang terdapat di wilayah pegunungan gumitir. Setelah mereka melakukan pertemuan biasanya mereka melakukan touring ke wilayah Banyuwangi atau ke wilayah alun-alun Kabupaten Jember. Inilah yang menjadi aktivitas mereka dalam tiap minggunya.

Sebagai komunitas motor yang baru berdiri, memang belum banyak pengalaman kegiatan yang telah mereka lakukan. Mereka harus memiliki kreatifitas untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka agar diterima dengan baik oleh masyarakat sekitanrnya. Sebagai wujud keseriusan mereka dalam membangun sebuah komunitas, mereka telah berhasil mengadakan kegiatan mingguan secara rutin serta berbagai kegiatan touring.Yang menarik dalam kegiatan touring CAMS ini adalah dibaginya CAMS menjadi dua macam kegiatan touring. Kegiatan touring pada umumnya dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh anggotanya. Namun di CAMS ada semacam kegiatan touring yang hanya diikuti oleh 5 orang saja yang berasal dari delegasi anggota CAMS. Mereka berlima ini disebut rider elite oleh CAMS. Mereka yang berjumlah 5 orang ini akan mendapatkan perintah dari ketua untuk melakukan touring ke suatu tempat.

Dalam touring rider elit, mereka berusaha untuk memperluas jaringan dengan tukar-menukar stiker identitas antar komunitas motor satu dengan komunitas motor yang lain. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk membesarkan nama CAMS agar dikenal oleh komunitas-komunitas motor lain. Selain kegiatan touring, di CAMS ini  juga selalu melakukan kegiatan rekruitmen anggota CAMS. Yang menarik dari CAMS ini adalah setiap orang yang mau masuk menjadi anggota CAMS adalah dia harus bukan peminum menuman keras. Gunanya adalah tentu sebagai aksi mereka untuk mengubah pandangan masyarakat atas stigma bahwa mereka sebagai pemabuk minum-minuman keras. Jika ada orang yang mau bergabung dengan CAMS ternyata memang peminum minuman keras, maka mereka harus mau berhenti menjadi peminum minuman keras.Serta jika dia sudah anggota CAMS, maka keluarganya atas sahabatnya juga harus dipastikan bebas dari minuman keras. Dalam komunitas ini anggota baru harus siap untuk melakukan kegiatan pemberantasan peminum-minuman keras serta masalah sosial yang lainnya. Seperti yang dikatakan oleh Mas Riko saat diwawancarai. Beliau memberikan pernyataan sebagai berikut:

“Dulu itu masih banyak yang mabuk, tapi kalau sekarang sudah enggak. Kalau untuk persepsi masyarakat sini tentang pemuda sudah biasa lah. Kalo dulu pie yo, disini disitu, mau main disini disitu wes paling yo mabuk. Tapi kalo mabuk tidak disini, tapi diluar sana. Kalo dulu memang parah, kalo sekarang sudah enggak.”

Memang apa yang telah dilakukan oleh para pemuda CAMS sedikit atau banyak tentu akan membawa perubahan bagi pemuda di desanya. Setidaknya dengan berdirinya CAMS ini akan membuat citra pemuda yang ada di Desa Sidomulyo semakin baik. Karena inilah yang menjadi cita-cita dari pemuda yang tergabung di dalam CAMS.

Narasumber Riset:

Mas Usman, sebagai ketua CAMS

Mas Riko, sebagai divisi lapangan


[1] Tri Mahendra adalah Mahasiswa Program studi Sosiologi FISIP Universitas Jember. NIM 100910302032. (tugas mata kuliah sosiologi organisasi)

Categories: Sosiologi, Sosiologi Organisasi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: